Sabtu, September 12, 2009

Mancing Mania ala Brandan


Beberapa tempat favorit memancing di sepanjang Pantai Babalan memang cukup mengundang penggemarnya untuk menyalurkan hobi. Terlepas dari banyak atau sedikit ikan yang didapat karena berkurangnya hutan mangrove atau eksploitasi laut yang salah kaprah, kawasan laut pantai Babalan masih cukup mempesona bagi mereka yang punya hobi populer ini. siul

Selain merasakan fenomena asyiknya sewaktu umpan dimakan ikan, semilir angin yang bertiup di laut serta pemandangan alam yang mempesona menambah kenikmatan bagi para pemancing sehingga waktu satu hari memancing menjadi terasa kurang. Terkadang memancing di malam hari pun dipilih karena keadaan laut yang damai membuat betah berlama-lama di tempat ini, apalagi kalau umpan yang dilemparkan berkali-kali disambar ikan. Wah, bisa-bisa ada perpanjangan waktu sampai esok pagi. senyum

Bagi yang suka memancing di tepi laut, paluh-paluh kecil di teluk Meku atau di bawah jembatan kereta api sungai Babalan menjadi pilihan yang cukup menarik karena kalau beruntung ikan-ikan besar pun akan tersangkut di ujung kail. Ikan Merah, Sembilang, Bedukang, Jenahar, Gulama, Kerapu atau Ketang secara silih berganti akan menghampiri umpan yang dilabuh kalau tuah sedang hinggap di badan. Sebaliknya, kalau sedang apes, jangankan ikan besar, ikan kekek pun tak akan mau menghampiri. Terpaksa kita harus gigit jari waktu melihat umpan kawan berkali-kali disambar ikan, sedangkan pancing kita disenggol ikan pun tidak. garupale


Lain halnya kalau pergi memancing dengan perahu bermotor, peluang untuk mendapat tangkapan yang lebih banyak dan lebih besar pun ada di depan mata. Banyaknya ambai-ambai nelayan yang tertancap di kedalaman laut untuk menjaring udang dapat dimanfaatkan menjadi tempat memancing yang cukup menjanjikan. Kalau sedikit bernyali perahu motor dapat diarahkan selama tiga jam perjalanan ke daerah Tangkul atau Jermal tempat penangkapan ikan teri yang ada di tengah laut atau Buoy tempat kapal-kapal besar mengisi bahan bakar ke arah selat Malaka. Di sini ikan-ikan sudah kelihatan seperti di aquarium raksasa saja, begitu umpan dilempar, ikan pun menyambar. Wuih... ini baru membuat hidup menjadi lebih hidup. kenyit

Ternyata kalau kita mau menelusurinya, pantai Babalan cukup memberikan berkah serta penyaluran hobi yang menyenangkan. Wisata bahari pun dapat menjadi andalan kota ini karena kawasan lautnya sangat luas, lebih-lebih karena pemandangan lautnya yang cukup menawan. gatai

21 komentar:

  1. tapi sayang bro, hutan bakau dipinggiran laut babalan kondisinya sekarang sangat memprihatinkan... semoga menjadi perhatian serius dari pemda setempat!!!

    BalasHapus
  2. Memang sudah hancur lebur hutan bakau di sepanjang pantai babalan... selain karena pembalakan liar, yang paling parah adalah hutan bakau disulap jadi perkebunan sawit...
    Aahhh... kalau gini terus, tak ada harapan untuk lestarinya pantai babalan kita...

    BalasHapus
  3. mantap!apalagi kalau mancing di seputar perairan pekong kuala brandan.lebih seru lagi jika bekayuh awak, tak pakai sampan mesin.seru kalilah nengok ujung joran melengkung dihajar jenahar besar.ondak hati rasanya terjun ke laut kalau joran awak torbeng dilarikan jenahar tu.

    BalasHapus
  4. lombik awak!pas umpan mantap,air bagus,lapak mancing pun oke, saingan mancing tak ada,bekayuh jugolah awak ke dopan pelabuhan pertamina.kulempar umpan tu..dengan penuh harap bakal lengketlah ikan bosar di pancing. tunggu punya tunggu tidak jugo begorak ujung joran.kuangkat dan ketengok umpan di pancing tak ada bekas dimakan.kutengok-tengok di sekeliling,alamak! banyak kali nelayan yang sodang menarik dan memasang bubu kopiting.pantaslah kalau tak mau makan ikan yang bosar.katanya bicuk kali ah.hasil yang kudapat 3ekor kapas dan 1 ekor ikan jenar, dua jari pulak.ah sudahlah! yang ponting lopas hajat mancing,besyukur jugo awak dikasih tuhan rojoki walaupun kocil-kocil.hi....

    BalasHapus
  5. botul kali tu bang... daerah pekong dan di dopan dermaga pertamina memang mantap kali untuk tempat mancing kalo air lagi bagus..

    BalasHapus
  6. sir joel,pasang bosar hari minggu,4.10.09,mancing jugo awak di daerah titi babalan.pas dokat nipah-nipah yang sebolahnyo ado tambak.punpun umpan kami.alamak!panen jenahar togap kami.puas hati kami nak lihat joran tuh melengkung tajam. ado pulo pekorjo tambak yang mancing dari pinggir paluh kocik.iya...kakap merah diangkatnyo,adolah setengah kilo kuagak.tips untuk mania mancing,punpun sajo kalo di daerah titi babalan.

    BalasHapus
  7. lapak mantap tu bang salim... biasanya kami mancing di bawah titi babalan tu.. dan ikannya lumayan banyak dan besar2 kalo air lagi bagus bang... ikan merah pun kadang2 ada yang dapat, malahan sekilo lebih beratnya... wuih, kalo aja awak yang dapat sebesar itu...

    BalasHapus
  8. botul tuh,bang joel.pas lagi narik joran yang melengkung tajam tu..berdoa jugo
    awak,"kakapbosarlah yang naik".pas ikan sudah dokat,bukan kakap yang lengket,jenahar togap yang nyangkut.jadi jugolah...rojoki mata pun jadi,teman yang dapat sonanglah awak melihatnyo. okeh,bang joel..mancing berikut kakaplah yang naik. hi...

    BalasHapus
  9. mau lah ko agak bang salim, besok2 giliran abang yang dapat ikan besagh tu.. jadi pingin awak ikut abang mancing.. memang botul2 mancing mania abang ni.. hiks..hiks..

    BalasHapus
  10. Nggak salah tuh kawan, ntar hanya promosi, kasihan tuj orang datang dari jauh eh ... umpan pun tak pernah di senggol ikan

    BalasHapus
  11. @kasih tak sampai: tergantung rejeki juga lah mas, kalau rejeki sedang bagus.. hasil pun lumayan. Tapi karena banyaknya pembalakan mangrove di daerah pesisir pantai, serta penangkapan ikan yang menggunakan pukat harimau, dari hari ke hari ikan pun mulai berkurang. Makanya, kami memilih masuk ke daerah yang masih punya bakau yang bagus untuk mengadu rejeki nikmatnya kail di santap ikan...

    BalasHapus
  12. bang joel,memang kalau tak mania mancing botul payah percayanyo.lagian apa untungnya becakap kombur di blog ni..macam mana awak tak promosi...awak tumbuh bosar di daerah pinggir laut.kalo paluh-paluh sekitar titi babalan hafal kalilah awak.dari kocik umur 10 tahun kuagak,udah diajari ayahku cari ikan di laut.ayahku menjalo, aku pun disuruhnya mancing.ada rahasia bang joel, bahwa banyak kawan pemancing yang payah untuk solat pas lagi mancing.macam mano rojoki mau dapat,tapi bukan pula karena solat awak dapat ikan yang banyak. dalam laut dapat diduga,umpan dimakan belumlah tontu.biar sajo ado yang tak percayo,yang ponting jenahar bosar minggu kemarin naik ke sampan.hi....

    BalasHapus
  13. bang joel,bukan tak mau pogi mancing besamo... cari sampan payah karena tidak ado penyewaan... asal ondak mancing,poning campur comas dapat tidak sampan tu...paling dapat jugolah sampan orang nyuluh udang yang cuma muat dua orang. tak macam di berandan ado sewa sampan.tapi kalau mau bang joel ini tempat favorit aku mancing:sisi sebelah kiri sungai babalan setelah titi babalan.nanti ado nipah-nipah terus lurus ke arah bawah menuju berandan batasnya bekas ambai si bolok.tanyo ajo samo orang babalan mana bekas ambai si bolok. udah itu kusarankan air ngurang dua sampai ampat hari.dengan catatan air tidak pula koruh karena banjir.umpannyo pumpun api.kalau sudah topat semuanyo,berharaplah pado Tuhan agar murah rojoki kito.

    BalasHapus
  14. suka senyum bang jol.....

    BalasHapus
  15. @ sir joel bagus ngajar nya
    brandan memang top!!!!!!!!
    two thumbs up!!!!!!!!!

    BalasHapus
  16. mancing ikan apa bang?
    ikan buntal..........wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
    hahahahahahahaha.........

    BalasHapus
  17. nih ane kasih sidikit info, mancing di daerah pantai labu perjalanan dari kotta medan sekitar 45 menit aja, itu lapaknya bedukang, sembilang ma kerapu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di pantai mananya mas bro?
      Pake umpan apa yah?

      Hapus
  18. Salam kenal sesama anak Brandan ya bang Sir Joel...izin copas gambarnya ya...

    BalasHapus
  19. @bang joel, Klo hendak mao mancing ke brandan lagi jangan lupa ajak kita donk
    saya domisili binjai jadi dekat klo hendak ke brandan.

    reg : tom
    082163651685 / 28c1f7a2
    Email : anditomimurdani@yahoo.co.id

    BalasHapus
  20. jembatan kalo orang brandan sebut titi...titi yg berwarna kuning itu...aku selalu terbangun di titi itu kalo pulang dri Medan.....di waktu subuh....wkwkwkwkwk...thanks bro for this picture....i miss that place...

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar Anda, tapi jangan buat spam...